AS Ingin Rusia Bebaskan Gilman Dari Hukuman
Kasusku.com, WASHINGTON—Dilansir dari kantor berita Rusia TASS, sebuah sumber mengatakan kepada kantor berita Inggris Reuters bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengangkat kasus Robert Gilman selama pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Manila pada 23 Juli 2026 lalu.
Reuters mengungkapkan bahwa pemerintah Washington mengimbau Rusia untuk membebaskan warga negara Amerika Serikat Robert Gilman, yang dihukum karena menyerang seorang pejabat pemerintah.
Menurut kantor berita itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengangkat kasus Gilman selama pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Manila pada 23 Juli. Sebuah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah Washington “menempelkan dengan cermat Mr. Kasus Gilman dan telah membuat pengulangan, penjangkauan bersama kepada Rusia menyerukan kembalinya ke Amerika Serikat. Sumber itu menambahkan bahwa Departemen Luar Negeri prihatin dengan kesehatan Amerika.
Pada saat yang sama, kantor berita itu juga mencatat bahwa pemerintah Washington belum menunjuk Gilman sebagai “ditahan secara tidak sah.” Seperti yang dinyatakan pihak berwenang AS sebelumnya, dalam kasus-kasus di mana AS menganggap salah satu warganya “ditahan secara tidak sah,” pembebasan individu diperlakukan sebagai prioritas, dan langkah-langkah yang tepat diambil melalui koordinasi antarlembaga.
Gilman ditahan pada 19 Januari 2022, di stasiun kereta Voronezh karena menyebabkan gangguan saat mabuk di kereta. Di kantor polisi, dia menendang seorang petugas Kementerian Dalam Negeri Rusia. Pengadilan menghukumnya empat setengah tahun di koloni hukuman rezim umum. Sementara menjalani hukumannya, bagaimanapun, warga AS berulang kali menggunakan kekerasan fisik terhadap petugas penjara dan dipindahkan ke penjara yang semakin aman. Akibatnya, hukumannya pertama kali diperpanjang hingga lebih dari tujuh tahun dan kemudian dengan tambahan dua tahun.(02/tass)
- 1 view


Leave a Reply