Serangan Drone Israel Tewaskan Tiga Warga Palestina dan Anak-Anak
Kasusku.com, GAZA—Dua anak Palestina tewas oleh pasukan Israel setelah area proyek Beith Lahia di Jalur Gaza utara di bombardir pada hari Sabtu (24/1/2026) kemarin.Mohammad dan Suleiman Al-Zawar’a tewas di tempat akibat serangan drone Israel yang menargetkan sekitar Ruma Sakit Kamal Adwan di Gaza utara.
Sementara itu ditempat terpisah, satu warga Palestina dikabarkan tewas dan sejumlah lainya luka-luka dalam serangan Israel di Jalan Gaza Lama di Jabalia, di bagian utara Jalur gaza pada sabtu pagi.Seperti dilaporkan The New Arab (TNA), miliuter Israel melepaskan tembakan melintasi Jalur Gaza sepanjang Jum’at malam dan Sabtu pagi.
Di Khan Younis, seorang warga Palestina dikabarkan ditembak Israel dan beberap lainya terluka, sedangkan di bagian timur wilayah tersebut, pasukan Israel terus melakukan penembakan artileri.Israel telah melakukan serangan hampir setiap hari dan melanggar gencatan senjata yang diberlakukan pada 10 Oktober 2025 hingga menewaskan lebih dari 470 warga Palestina.
Serangan Israel yang terus berlanjut terjadi bersamaan dengan peluncuran 'Dewan Perdamaian' untuk Gaza oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan ini, yang mencakup beberapa pemimpin dunia dan dipimpin oleh presiden sendiri. Namun, dewan tersebut telah dikritik karena dianggap merusak kedaulatan Palestina dan menimbulkan pertanyaan tentang kredibilitasnya karena pemboman terus-menerus yang dilakukan Israel.
Selain itu, ketegangan regional meningkat karena Iran mengatakan akan menganggap setiap serangan "sebagai perang habis-habisan melawan kami," menjelang kedatangan kelompok serang kapal induk militer Amerika Serikat dan aset lainnya di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang.
"Pengerahan militer ini—kami harap ini tidak dimaksudkan untuk konfrontasi nyata—tetapi militer kami siap untuk skenario terburuk. Inilah sebabnya mengapa semuanya dalam keadaan siaga tinggi di Iran," kata pejabat senior Iran itu.
Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa Amerika Serikat memiliki "armada" yang menuju ke Iran tetapi berharap dia tidak perlu menggunakannya, seraya memperbarui peringatan kepada Teheran agar tidak membunuh para demonstran atau memulai kembali program nuklirnya.(01/tna)
- 5 views



