Skip to main content

Sejumlah Warga Palestina Terluka Akibat Serangan Milisi Pemukim Haram Israel

Pemukim haram Israel serang warga Palestina di hebron. (Wafa)

Kasusku.com, HEBRON—Sejumlah warga Palestina dikabarkan terluka akibat serangan yang dilakukan milili pemukim haram Israel pada hari Sabtu (24/1/2026) di wilayah provinsi Hebron, selatan Tepi Barat yang diduduki. Serangan dilakukan dilahan milik mereka ketika sedang bekerja dan meerawak ternak.

Seperti dilaporkan kantor berita dan informasi Palestina WAFA< para penjajah itu menyerang penduduk di daerah Khallet al-Natsh di sebelah timur kota Hebron, dan di Wadi Sa’ir di kota Sa’ir di timur laut Hebron, serta di Marah Abu Asida, sebelah barat kota Beit Ula yang terletak di barat laut Hebron.

Di Khallet al-Natsh, para penjajah menyerang warga Palestina ketika mereka sedang bertani dan menggembalakan hewan ternak miliknya hingga menyebabkan sejumlah orang terluka, termasuk pria yang terkena lemparan batu di kepala dengan luka sedang, langsung dilarikan ke rumah sakit.

Selain itu, para penjajah juga menyerang berbagai rumah di Wadi Sa’ir dan memblokir jalan utama menuju kota hingga mengganggu pergerakan, namun sejauh ini tidak ada laporan korban yang terluka. Wali Kota Beit Ula Atiyah al-Adam, kepada WAFA mengatakan bahwa keberanian para pemukim haram bersenjata menyerang warga di daerah Marah Abua Asida yang dekat dengan tembok pemisah karena adanya perlindungan dari tentara Israel. Ketika para warga menghadapi serangan para pemukim haram, pasukan Israel menembakkan gas air mata hingga menyebabkan sesak nafas.

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun  terakhir angka kekerasan yang dilakukan para pemukim haram Israel meningkat tajam di Tepi Barat, korbannya adalah petani, penggembala dan komunitas Palestina. Para penjajah , dalam hal ini para pemukim haram yang didukung pemerintah Israel sering menargetkan lahan pertanian, kebun zaitun, maupun ternak.Insiden yang sering dilaporkan adalah di dekat tembok pemisah dan daerah yang dekat dengan permukiman Israel, namun sejauh ini belum  pernah ada tindakan tegas dari pemerintah Israel.(br/wafa)

Berita Terkait

Share