Thursday, Jul 31st

Last update09:53:28 PM GMT

You are here:

Lelang Proyek Dermaga Jetty Pelindo II Bengkulu Bermasalah?

E-mail Print PDF

Proyek Dermaga Jetty Pelindo Bermasalah?Proses lelang proyek Dermaga Jetty yang diperuntukkan dermaga Batubara, yang dimenangkan PT Putra Hari Mandiri asal Pekan Baru, menurut Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat dari Pijar, Wibowo Susilo diragukan legalitasnya. Menurut Wibowo, hal itu terkait dengan syarat administrasi perusahaan yang diduga menyalahi salah satu persyaratan untuk menjadi pemenang lelang,tapi diloloskan.

Pihak Pelindo, yang diwakili oleh Sabar membantah dugaan tersebut. Menurut Sabar panitia sudah bekerja sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.” Proyek Dermaga Jetty di danai oleh perusahaan sendiri,bukan oleh APBN. Bahkan kami sudah memiliki legal opinion dari Kejaksaan Tinggi Bengkulu soal status hukum PT Putra Hari Mandiri,” kata Sabar.

Namun demikian, pihak Pelindo menolak memberikan dokumen penawaran dari PT Putra Hari Mandiri dengan alasan dokumen perusahaan tidak bisa disebarluaskan, hingga sempat terjadi perdebatan antara LSM Pijar dan Sabar dari Pihak Pelindo.

"UU keterbukaan Informasi Publik dan PP 61 tahun 2010 tentang pelaksanaan KIP jelas mengatur mana dokumen yang boleh dan tidak boleh diketahui publik, Pelindo II adalah BUMN, yang artinya itu adalah uang rakyat juga, jadi rakyat harus tahu penggunaannya" kata Wibowo dalam ruang rapat Pelindo II beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui proyek pembangunan dermaga Jetty batubara di Dermaga Samudera Pelabuhan Bengkulu diadakan melalui tim pengadaan barang dan jasa Pelindo II dengan surat pelelangan nomor: PR.100/1/18/C.Bkl-2010 tanggal 31 Agustus 2010 dan tanggal 1 September 2010 dengan pagu Rp. 14.521.013.000. Dari 9 perusahaan yang mendaftar, hanya 7 perusahaan yang mengambil dokumen pelelangan, 2 perusahaan lainnya dinyatakan memenuhi persyaratan dokumen keuangan.

Selanjutnya yang dinyatakan sebagai calon pemenang kedua yakni PT Hutama Karya (Persero) dengan penawaran Rp.12.996.150.000. Adapun calon pemenang pertama PT Putra Hari Mandiri dengan nilai penawaran Rp.11.563.656.000. Namun dalam proses selanjutnya berubah dengan diterbitkannya pihak direksi PT Pelindo II yang menyebutkan dengan meningkatnya tambatan tongkang/kapal batubara maka lokasi pembangunan jetty batubara dipindahkan kelokasi lain dengan gambar (bestek) yang baru serta pagu sebesar Rp. 22.783.934.000.

Proses selanjutnya, muncul sebagai calon pemenang pertama PT Putra Hari Mandiri dan Calon Pemenang kedua PT. Adhi Karya. Melalui direktur operasi dan teknik Pelindo II dengan surat nomor : PR.100/2/1/C.Bkl-11 tanggal 16 September2011 telah menyetujui PT. Putra Hari Mandiri sebagai pemenang.

"Fakta yang aneh adalah, pihak panitia meniadakan telaah terhadap keputusan Mahkamah Agung nomor 377 K/Pdt.Sus/2011 Hasil musyawarah tanggal 22 Juni 2011 yang menyatakan kasasi PT Putra Hari Mandiri ditolak dan PT. Putra Putra Hari Mandiri dikenakan sanksi denda serta blacklist tidak boleh mengikuti lelang selama setahun" terang Wibowo.

Pengajuan Legal Opinion, dokumen tidak lengkapPihak Pijar menemukan dugaan adanya konspirasi hukum antara Kejati dan Pelindo II terkait Legal Opinion. Sebab legal opinion tersebut dalam berkasnya tidak menyebutkan adanya keputusan Mahkamah Agung yang menolak Kasasi PT. Putra Hari Mandiri."Keputusan MA tersebut berkekuatan hukum tetap,dan wajib di patuhi" kata Wibowo. Ditambahkan, pihaknya bersama LSM yang lain akan menyiapkan Laporan dan klarifikasi ke LPJKD Bengkulu dan Kejati Bengkulu. (Fred/cam)